Harita.id
Rabu, 23 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Berbagai Indikator Demokrasi di Banten Meningkat
Kota Serang

Berbagai Indikator Demokrasi di Banten Meningkat

admin
Diterbitkan: 9 Maret 2020
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Indeks demokrasi di Banten terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari sejumlah indikator indeks demokrasi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati membenarkan bahwa berdasarkan data BPS, indeks demokrasi di Provinsi Banten secara umum mengalami peningkatan.

Menurut Eneng, mengutip hasil survei BPS tentang perkembangan skor indikator aspek kebebasan sipil menyebutkan, ancaman/penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat pada tahun 2017 hingga 2018 mencapai angka 100 poin.

“Jika indikator tersebut mencapai 100 poin maka praktis BPS tidak melihat ancaman kekerasan dari aparat pemerintah yang menghambat kebebasan masyarakat berserikat sepanjang tahun 2017 hingga 2018,” ujarnya, Senin (9/3/2020).

Indikator lainnya, yaitu ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat juga mencapai 100 poin. Sementara, indikator ancaman/penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat mengalami peningkatan dari 70,83 pada tahun 2017 menjadi 100 poin pada tahun 2018.

Baca Juga

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten: Realisasi Investasi Capai Rp1,9 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Bupati Serang Minta Baznas Tingkatkan Partisipasi dan Kontribusi untuk Membantu Masyarakat
Bupati Serang Ratu Zakiyah Kunjungi Posko Carita, Temui Keluarga Korban 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Bupati Serang Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Indikator lainnya, yaitu ancaman/penggunaankekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat sudah mencapai 100 poin, baik pada tahun 2017 maupun tahun 2018. “Memang, indikator aturan tertulis yang membatasi kebebasan menjalankan ibadah agama masih 69,57, baik tahun 2017 maupun tahun 2018,” ujarnya.

Adapun indikator tindakan/pernyataan pejabat yang membatasi kebebasan menjalankan ibadah agama, indikator ancaman/penggunaan kekerasan dari satu kelompok terkait ajaran agama, aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender,etis, dan kelompok serta ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis dan kelompok pada tahun 2017 dan 2018 mencapai 100 poin.

Sementara, tindakan/pernyataan pejabat yang diskriminatif dalam hal gender, etnis dan kelompok mengalami penurunan dari 100 poin pada tahun 2017 menjadi 87,50 pada tahun 2018. “Kami bersyukur karena kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari sebagian besar perkembangan skor indikator aspek kebebasan sipil yang sudah menyapai 100 poin,” ujar Eneng.

Baca Juga

Dilantik, Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT
Wujud Nyata Program Presiden Atasi Darurat Sampah, 1.161 Ton Sampah di Banten Bakal Dijadikan Energi Listrik
Groundbreaking Pembangunan PSEL Desember 2026, Bupati Serang Siap Penuhi Pasokan 400 Ton Sampah
Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

Eneng juga mengatakan, perkembangan indeks variabel IDI (indeks demokrasi Indonesia) Banten. Menurut Eneng, indeks variabel IDI banyak yang belum mencapai 100 poin. Kebebasan berserikat dan berserikat memang sudah mencapai 100 poin dan kebebasan berpendapat mengalami kenaikan dari 75,70 menjadi 100 poin pada tahun 2018.

Adapun variabel lainnya, seperti kebebasan berkeyakinan, kebebasan dari diskriminasi, hak memilih dan dipilih, peran DPRD belum mencapai 100 poin sepanjang tahun 2018.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Al-Muktabar, menyebutkan Pemerintah Provinsi Banten sudah menjalankan demokratisasi dalam berbagai hal. Sekda menyebutkan, selama ini Pemprov Banten sudah membuka saluran aspirasi dari masyarakat. Salah satunya, dalam perencanaan pembangunan.

“Pemprov selalu menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang),” katanya saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Pokja Indeks Demokrasi Indonesia di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten.

Dimana, lanjut Sekda, musrenbang tersebut diselenggarakan secara bottom up dari tingkat kelurahan sampai dengan nasional. Selain itu, ketika masyarakat menyampaikan aspirasi selalu berjalan lancar dan damai. “Ini bukti demokratisasi di Banten berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Ade Ariyanto mengatakan, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Banten pada tahun 2018 berada dalam level sedang, yakni 73,78. Mengalami kenaikan dibandingkan dengan IDI tahun 2017 yang hanya mencapai 73,72. (DM/red)

Baca Juga

Pemkab Serang Dukung Riset Stranas 2026 untuk Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas
Komitmen Gubernur Berbuah Manis, Banten Raih Juara 2 Tata Kelola Konservasi Energi Tingkat Nasional.
Mahasiswa UI Dorong Pemberdayaan Warga Kabupaten Serang melalui Program Panglimaja
Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Pemkab Serang Lelang 4 Jabatan Eselon II
Artikel Berikutnya Reses di Pandeglang, H. Anda Suhanda Tampung Aspirasi Infrastuktur Hingga Rutilahu
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Serang

Festival Cikolelet 2026 Digelar, Mendes Yandri: Rawat Kearifan Lokal, Bangun Kesejahteraan

Kota Serang

Hadiri Puncak HUT ke 81 RI di Desa Cisait, Wabup Serang Tekankan Teladani Perjuangan Pahlawan

Kota Serang

HUT ke-88 RSDP Serang, Bupati Zakiyah Resmikan 10 Mesin Cuci Darah Baru

Kota Serang

Jadi Irup Upacara HUT ke 81 RI, Bupati Serang Pastikan Maksimalkan Pelayanan Dasar

Kota Serang

Seleksi Ketat Berbuah Prestasi, 55 Paskibraka Kabupaten Serang Resmi Dikukuhkan

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com