Harita.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • tips&trik
  • krisdayanti
  • berita kecanduan gadget
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pengamat Sebut Debat Publik Putaran II Calon Walikota Cilegon Masih Jauh Dari Harapan
Kota Cilegon

Pengamat Sebut Debat Publik Putaran II Calon Walikota Cilegon Masih Jauh Dari Harapan

admin
Diterbitkan: 29 November 2020
Bagikan
6 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

CILEGON – Debat Publik Pilkada Cilegon putaran kedua telah usai dilaksanakan Sabtu, 28 November 2020 kemarin. Pengamat Politik Deden Fachruddin Radjab menilai masih jauh dari harapan masyarakat, karena pertanyaan dan jawaban yang ada sebatas normatif oleh sebagain besar Paslon.

“Belum fokus kepada permasalahan kota Cilegon dan masyarakat itu terlihat dari jawaban-jawaban yang diberikan sebagian besar Paslon. Hanya Paslon nomor satu yang terlihat berbeda,” kata Deden yang pernah menjabat Komisioner KPU Kota Jakarta Timur, Minggu (29/11/2020).

Sejatinya, debat publik adalah etalase unjuk kemampuan dari para Paslon dalam rangka menyampaikan visi-misi dan program kerja apabilah terpilih menjadi pemimpin di Kota Cilegon. Sebagai pengamat, Deden melihat hasil debat harus obyektif, walau mungkin secara sisi manusiawi tetap ada sisi subyektif nya.

“Dimulai dari paslon satu jalur Independen, terlihat lebih fokus dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan dari paslon-paslon lainnya. Menjawab dengan merinci setiap masalah, kemudian diakhiri dengan solusi,” ujarnya.

Seperti dalam menjawab pertanyaan, bagaimana bila Paslon nomor 1 menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon untuk mengatasi Dana Bansos yang selama ini dianggap tumpang tindih?

Baca Juga

763 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Cilegon Juare
Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta
Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi
BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya

“Jawaban Calon Walikota Haji Ali Mujahidin sungguh visioner, yakni dengan melakukan Sinkronisasi Big Data dari semua Dinas. Sehingga mereka yg menerima dana bansos adalah orang-orang yang benar berhak juga hasil sinkronisasi Big Data tersebut bisa digunakan untuk seluruh pelayanan kepada masyarakat dan bekerjasama dengan stake holder,” tambah Deden mengulang jawaban saat debat kemarin.

Hanya saja, Deden menyayangkan, Haji Ali Mujahidin yang berpasangan dengan Firman Mutakin kurang penegasan bahwa Sinkronisasi Big Data tersebut melalui NIK sebagai One Singel Identity. Meski begitu, apa yang disampaikan merupakan bagian dari solusi tepat atas permasalahan yang sering terjadi ketidak merataan dalam pembagian bansos ke masyarakat.

“Di sesi yang berbeda, saat menjawab masalah mengatasi banjir, Haji Ali Mujahidin kembali menjawab dengan cerdas. Mengatasi banjir itu harus dilihat dari berbagai aspek sehingga mengatasinya dan penanganannya pun harus berbeda. Seperti daerah tertentu dilakukan dengan pengerukan sungai dan ditempat lain dilakukan pembuatan sumur resapan atau di daerah yangg lain dibuat Talut penahan banjir Rob, daerah lain bisa dibangun DAM,” imbuhnya.

Baca Juga

76,69 Hektare Permukiman Kumuh Masih Tersisa di Cilegon, Akses Damkar Jadi Kendala
Tak Ingin Ada Lagi Krisis Air, Pemkot Cilegon Kejar Tuntas Jaringan Pipa Merak
Pemkot Cilegon Mulai Tindak Parkir Liar, PKL hingga Balap Liar Pekan Depan
Disdukcapil Cilegon Jemput Bola, 141 Personel Polres Aktifkan IKD

Deden mengakui dalam debat putaran terakhir ini pasangan yang akrab disebut MULIA lebih unggul memahami menjawab semua permasalahan disertai solusi. Program rolas karse dalam program kerja dijadikan dasar untuk menjawab selama debat dan membuktikan bahwa ada keseriusan dalam menyusun visi dan misi.

Menanggapi Paslon petahana, Deden justeru kecewa karena kurang greget dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan. Padahal sebagai incumbent seharusnya sudah lebih mengausai setiap permasalahan yang akan diperdebatkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Seperti pada saat ditanyakan soal penempatan ASN dan soal KKN, seharusnya Ibu Ati dan Pak Sokhidin harus berani mengemukakan isue tuduhan yangg tertuju kepada walikota sebelumnya yang notabene adalah keluarganya sendiri, dengan menyatakan, bahwa bila menjadi Walikota Cilegon maka akan melakukan reformasi birokrasi yang transparan dan akuntabel,” paparnya.

Ini menjadi momen paling penting untuk membuktikan bahwa dirinya tidak seperti yg dituduhkan oleh orang-orang selama ini. Deden yakin, bila jawaban seperti itu maka akan menimbulkan simpati dan juga mungkin dapat mendapatkan kesempatan dari masyarakat untuk membuktikan nya dan tidak terjadi Hattrick OTT KPK.

“Sedangkan sewaktu menjawab pertanyaan parameter Cilegon Sukses, jawabannya seperti melakukan LPJ didepan anggota DPRD, karena hanya menjawab bahwa semua itu sudah dilakukan saat menjabat sebagai Wakil Walikota. Ibu Ati tidak menunjukkan kehebatan-kehebatan atas keberhasilan membangun kota Cilegon. Jadi hanya sekedar formalitas dan normatif,” jelasnya.

Beralih ke Paslon nomor 3, pasangan Iye-Awab, Deden berkomentar bahwa yang dilakukan banyak menjawab secara retorika belum masuk dan fokus kepada materi yang ditanyakan.

Baca Juga

Cilegon Dapat 91 Armada Sampah, LPS Sapu Bersih Dibentuk di 2 Kecamatan
Bukan Cuma Warga Ciwandan, Pasien dari Anyer-Mancak Ikut Berobat ke Sini
Cegah Kekerasan, PATBM Jadi Ujung Tombak Perlindungan Perempuan dan Anak di Cilegon
Banyak Kecelakaan, Dishub Cilegon Siapkan Garis Kejut di 5 Titik JLS

“Seperti pada saat ditanyakan bagaimana meminimalisir KKN apabila Paslon Nomor tiga menjabat kepala daerah Cilegon? Jawaban yang diberikan terlalu didominasi calon Walikota, padahal calon Wakil Walikota berlatar belakang Polisi yang menjabat sebagai Kasat Intel seharusnya diberi kesempatan lebih banyak untuk menjawabnya,” katanya.

Sehingga, ada harapan bagi Deden atas jawaban yang lugas, bahwa beliau sebagai orang yangg pernah berkecimpung di bidang penegakan hukum. Maka akan melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan pemerintah kota Cilegon, terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa.

“Mengingat pernah sebagai polisi, Pak Awab tentu akan lebih mudah melakukan pengawasan dan pengawalan hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Paslon terakhir hanya dihadiri oleh Calon Walikota karena Calon Wakil Walikota nya sedang dirawat di Rumah Sakit. Hal ini tentunya kurang menguntungkan bagi Paslon nomor 4, terlihat dari jawaban-jawaban yang disampaikan terlalu sangat normatif.

“Pak Heldy selalu menjawab dengan berpatokan bahwa semua sudah ada dalam visi misi. Sehingga tidak terlihat greget bagaimana cara mengatasi problematika kota Cilegon bila nanti menjabat Walikota,” katanya.

Deden menduga, karena hadir seorang diri maka bisa jadi mempengaruhi secara psikologis. Dampaknya, implementasi yang detail hasil penjabaran visi misi agar masyarakat tau persis apa yang akan dilakukan secara detail pun tidak tercapai.

Setelah mengikuti dua putaran debat, Deden mengatakan semua itu akan kembali kepada hati nurani dan pasion masyarakat pemilih di kota Cilegon. Deden menitipkan pesan, perlu diwaspadai di 10 hari terakhir sebelum pelaksanaan, pemungutan dan penghitungan suara di TPS-TPS.

“Perlu diwaspadai Kecurangan-kecurangan yang mungkin akan terjadi. Karena kecurangan itu bukan hanya ada kesempatan, tetapi kecurangan itu ada niat,” tukasnya.

(Dm)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya DPD PKS Pandeglang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Untuk Para Santri
Artikel Berikutnya Angin Kencang Hancurkan Bangunan Gudang Pupuk, 1 Orang Tewas Ditempat
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Wagub Banten Achmad Dimyati Hadiri Resepsi Putri Ketum SMSI, Doakan Pengantin Jadi Keluarga Sakinah

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Dari Konsolidasi ke Kolaborasi, HIPKA Banten Dorong Pengusaha Berdaya Saing

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Waspada! Puskesmas Ciwandan Ungkap 10 Penyakit yang Banyak Menyerang Warga

Kota Cilegon

Citangkil Cilegon Masuk Zona Merah Narkoba, 88 ASN Jalani Tes Urine

Kota Cilegon

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang

Kota Cilegon

Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine

Kota Cilegon

Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com