CILEGON – Warga Lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber akan menggelar pemilihan ketua Rukun Warga (RW) pada Minggu (07/02) besok. Calon yang diusung ada dua kandidat yakni Nomor urut 01 Mahdum Sibli dan Nomor Urut 02 H. Busro dengan jumlah pemilih 1.800 jiwa lebih.
Namun sangat disayangkan pada perhelatan tersebut, warga diintervensi oleh salah satu pendukung calon yang diharuskan memilih pasangan nomor urut tertentu. Seperti diceritakan ibu Nasuha seorang janda warga setempat ketika membeli gas berukuran 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masaknya diharuskan memilih pasangan nomor urut 02 yang diketahui pangkalan gas milik H. Rohili ini salah satu pendukung nomor urut 02 yakni H. Busro.
Dalam rekaman yang telah beredar di kalangan warga setempat H. Rohili mengatakan “Kamu harus memilih nomor utrut 02, kalau tidak kamu mulai besok tidak boleh beli gas disini lagi, politik itu harus kejam” katanya. Sabtu (06/02/2021).
Ibu Nasuha melanjutkan, Selain dirinya, ada juga warga atau pembeli gas yang lain juga dan harus disumpah agar memilih nomor urut 02.
“Saya ini kan janda, saya ini mau beli, masa beli gas aja harus dipersulit, boro-boro mau ngasih sodakoh, mau beli gas saja dipersulit, saya harus menghidupi keluarga sendiri, ngurus anak sendiri, beli gas aja dipersulit, salah saya apa, disitu jelas ada tulisan untuk masyarakat miskin, apakah saya tidak berhak menerima itu, sementara dia agen masa enggak mau bantu masyarakat,” ungkap dengan nada kesal
Terkait adanya intervensi salah satu pasangan Calon Ketua RW di lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman terhadap warga itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibeber Rohimin angkat bicara, sebaiknya persoalan politik Pemilihan Ketua RW jangan mengorbankan warga, apalagi sampai mau beli gas saja di intervensi, berikan pendidikan politik yang baik agar tercipta kondusifitas wilayah yang aman, nyaman dan damai,.
“Kita sudah mencoba menanyakan ke agen gas atas nama Surya, agen gas tidak salah hanya saja orang pangkalannya ini yang menyalahgunakan, apalagi gas ini sifatnya subsidi yang setiap warga negara Indonesia berhak menikmati subsidi yang diberikan Pemerintah. Masa mau Pemilihan Ketua RW pendukung calonnya melarang warganya untuk beli gas,” imbuhnya.
Lanjut Rohimin, amat disayangkan H. Rohili ini kan tokoh masyatakat setempat yang seharusnya jadi panutan warga kok malah tidak melayani dan menghargai warga sebagai pembeli di tokonya.
“Kita berharap berikanlah contoh dan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik toko gas elpigi 3 kilogram H. Rohili saat di konfirmasi wartawan belum memberikan keterangan. (Dm)








