HARITA.ID – Di penghujung tahun 2022, Bank BJB Kota Cilegon pastikan keamanan pada kenaikan Resesi ekonomi tahun 2023.
Manager Bisnis Komersial dan UMKM BJB Kota Cilegon, Adi Ridwan Fadillah mengatakan, bahwa pada Resesi Ekonomi 2023 bahwa dirinya mengakui telah berdampak dan terasa pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang telah dinaikan. Sehingga berdampak pada Bank BJB Kota Cilegon.
“Menanggapi Resesi Ekonomi yang pasti dampaknya sudah mulai terasa yah karena beberapa suku bunga acuan Bank Indonesia juga di naikkan,” kata Manager Bisnis Komersial dan UMKM BJB Kota Cilegon, Adi Ridwan Fadila saat di wawancarainya di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis 08 Desember 2022.
Lebih jauh, kata Adi menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga acuan itu di alami kenaikan pada 3 bulan belakangan ini.
Hal tersebut karena sebelumnya mengalami penurunan pada suku bunga acuan selama pandemi atau Covid 19 di Kota Cilegon. Maka lanjutnya, dampak kenaikan resesi ekonomi 2023 mulai terasa di Bank BJB.
“Kenaikan resesi Ekonomi 2023 ini disebabkan karena sebelumnya turun terus selama pandemi suka bunga acuan. Bahkan setelah pandemi juga di 3 bulan kebelakangan menjadi kenaikan. Sehingga pendapatan ke suku bunga acuan di Bank BJB juga,” jelas Adi.
Adi mengakui, bahwa resesi ekonomi ini juga berdampak pada Liquiditas di Bank BJB. Sehingga lanjut dia pihaknya sangat optimis pada proses liquiditas di Bank BJB akan terjaga aman di saat pergantian tahun di 2023 mendatang
“Yah yang pasti likuiditas kita cukup terjaga dengan baik sih. Insya Allah aman,” paparnya.
“Termasuk juga dengan kreditas. Aman insya Allah aman. Mohon doanya,” lanjutnya.
“Yah intinya untuk di tahun 2023 pada resesi ekonomi di Bank BJB akan terjaga. Karena kita kan sudah masuk ke penghujung 2022,” pungkasnya.











