HARITA.ID = Lurah Ketileng Hilman Setiaji segera mengambil sikap dalam mengantisipasi sedini mungkin terjadinya potensi perang sarung antar kampung. Hal ini menyusul adanya perang sarung antar pemuda warga dari Kelurahan Ketileng dan Kelurahan Ciwaduk.
“Setelah kejadian itu, saya sebagai lurah langsung memberikan instruksi kepada RT dan RW melalui WA Grup dan memerintahkan serta menghimbau untuk menyampaikan secara seksama seperti ketika momentum kumpul dengan warga, bahkan di pengeras suara di masjid di mushola, pada saat pengajian, agar menjaga anaknya tidak berkeliaran,” kata Hilman.
Dijelaskan Hilman bahwa ada dua pemuda yang diamankan di Polsek Cilegon dari RW 01 dan RW 02.
“Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali, di bulan puasa harus perbanyak beribadah, jangan sampai bulan suci ini dikotori dengan hal yang tidak bermanfaat dan membahayakan orang lain,” ungkapnya.
Dia meminta peran serta orang tua agar bisa menjaga dan mendidik anaknya dan memberikan alasan kongkret jika perang sarung adalah perbuatan yang kontra produktif.
“Kepada orang tua harus bisa menjaga dan mendidik dengan baik memberikan alasan yang kongkret kenapa ini tidak boleh terjadi kembali,” tegasnya. (Zar/Red)










