HARITA.ID — Program pembangunan berbasis masyarakat kembali dievaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Kali ini, tim monitoring dan evaluasi (monev) turun langsung ke Kecamatan Jombang untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Cilegon, Dana Sujaksani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan monev yang ketujuh kalinya dilakukan di Kecamatan Jombang dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan DPPK Cabang Juara.
Salah satu titik yang ditinjau berada di Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Di lokasi tersebut, program diwujudkan melalui pembangunan Balai Warga yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
“Kami hari ini melakukan monitoring dan evaluasi untuk yang ketujuh kalinya di Kecamatan Jombang. Saat ini kami meninjau salah satu lokasi kegiatan di Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, yaitu pembangunan Balai Warga,” kata Dana, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pembangunan balai warga tersebut berdiri di atas lahan yang merupakan hasil pinjam pakai dari masyarakat. Status lahan disebut telah dilengkapi dokumen dan dinyatakan clear and clean sehingga pembangunan dapat dilaksanakan.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tersebut mencapai Rp100 juta.
Dana menilai keberadaan balai warga bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih jauh, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Harapannya, balai warga ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Untuk kegiatan sosial silakan digunakan,” ujarnya.
Pemkot Cilegon juga mendorong masyarakat tidak hanya memanfaatkan fasilitas tersebut, tetapi turut menjaga dan merawatnya. Pemeliharaan balai warga nantinya menjadi tanggung jawab kelompok masyarakat (Pokmas) setempat.
“Ini dari masyarakat, untuk masyarakat. Karena itu harus dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat,” tegasnya.
Dari hasil peninjauan, Dana menyebut pekerjaan pembangunan balai warga secara umum telah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat kebutuhan pendukung yang perlu diperhatikan agar fasilitas tersebut semakin mudah diakses dan memiliki fungsi yang lebih optimal.
Salah satunya adalah akses jalan menuju lokasi balai warga.
“Kondisinya saya kira sudah baik. Ke depan harus ada akses jalan masuk ke sini,” katanya.
Dana menyebut kebutuhan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak terkait. Bahkan, terdapat rencana pengembangan fasilitas berupa pembangunan gedung serbaguna di kawasan tersebut.
Dengan adanya akses yang lebih baik dan pengembangan fasilitas, keberadaan balai warga diharapkan tidak hanya menjadi bangunan baru di tengah permukiman, tetapi benar-benar tumbuh menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Pemkot Cilegon pun mengajak warga Lingkungan Periuk dan Sukmajaya untuk menggunakan fasilitas tersebut secara maksimal, sekaligus menjaga keberlanjutannya.
“Silakan manfaatkan balai warga ini semaksimal mungkin. Tetapi tetap dipelihara, karena ini dari masyarakat, untuk masyarakat, kita biayai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkas Dana.
(Red*)











