Harita.id
Kamis, 5 November 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • tips&trik
  • krisdayanti
  • berita kecanduan gadget
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Warga di Pusat Ibu Kota Provinsi Banten Ngeluh Minim Bansos dari Pemda
Daerah

Warga di Pusat Ibu Kota Provinsi Banten Ngeluh Minim Bansos dari Pemda

admin
Diterbitkan: 25 Januari 2024
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Seorang warga di pusat ibu Kota Provinsi Banten berprofesi pedagang es di belakang Rumah Sakit (RS) Drajat Kota Serang mengeluhkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang minimnya perhatian terkait Bantuan Sosial (Bansos).

Nani Mulyani kampung benggala tengah RT 01 RW 11 Kelurahan Cipare Kecamatan Serang Kota Serang Banten menceritakan kesedihanya.

“Kalau hujan mah banjir, air ke kamar dulu lalu ngalir,awal nya dari kamar semua,tiga kamar bocor,” katanya.

Aktifitas sehari hari ibu Nani merupakan pedagang es dan kopi di belakang RS Drajat Kota Serang yang mendapatkan penghasilannya hanya cukup untuk membiayai dua orang anak nya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA sehingga tak cukup untuk memperbaiki rumah nya yang sudah tak layak.

“Mudah mudahan sih ada pertolongan allah entah dari manapun jalan nya karena dari saya pribadi belum mampu ,kasian juga anak anak saya pengen punya kamar sendiri dan tidur nyenyak,” ucap Nani.

Baca Juga

Musim Hujan Mengintai, Disperindag Cilegon Sisir Drainase Pasar Rakyat
Ribuan Santri Meriahkan Senam Santri HSN 2026, GP Ansor Cilegon Perkuat Kebersamaan
Dukung Klinik KDMP Layani BPJS, GEMA MA Ingatkan Syarat FKTP dan Peran Apoteker : Perluas Akses, Jangan Turunkan Mutu
Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Najib Hamas Ajak Pemuda Serang Siapkan Masa Depan

Nani membeberkan, tiga tahun lalu suaminya bekerja di bengkel kemayoran jakarta, sehingga suaminya ibu penjualan es juga mengalami penyakit di matanya.

“Karena kondisi mata nya semi buta maka nya berobat disini, kemarin kemarin hanya mata tapi sekarang menjalar ke kaki,” ujar nani.

Meski berada di pusat kota dan layak mendapatkan Bansos tapi sampai detik ini Nani Dan keluarga nya tak pernah menerima Bansos sekalipun sudah memberikan Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

Baca Juga

Potensi Maritim Banten Menjanjikan, PRAMARIN Dorong Kolaborasi dan Investasi
Tanjung Priok Padat, PRAMARIN Dorong Banten Ambil Peluang Bisnis Kontainer
Wawali Cilegon Tantang Kader HMI, Jangan Jago Diskusi Saja
Dorong Ekonomi Warga Ciwandan, Pelindo Gelar Pelatihan Ternak Bebek

Untuk itu, lanjut dia membeberkan, pada tiga bulan lalu bagian dapur di rumahmya mengalami roboh sehingga menimpanya, namun beruntungnya selamat dari peristiwa itu.

Penderitaan keluarga miskin di ibukota Provinsi Banten tak sampai disini karena ternyata sudah bertahun tahun menunggak iuran BPJS kesehatan lantaran terhimpit ekonomi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Upaya untuk pindah ke Program Penerima Bantuan iuran atau PBI sampai saat ini belum terealiasi karena syarat nya harus melunasi utang ke BPJS kesehatan yang Jumlah Jutaan rupiah,” papar Nani.

Menurut Nani,Ada lima kepala yang harus membayar iuran BPJS kesehatan,Sejak pandemi covid- 19 keluarga nya sudah menunggak BPJS kesehatan bahkan pada tahun 2023 ada notifikasi dari BPJS kesehatan bahwa sudah menunggak 5,3 Juta Rupiah. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Pempus Canangkan Bantuan 64 M Untuk Pemkot, Komisi IV DPRD Cilegon Minta 3 OPD Tertibkan Bangunan Permanen Milik PKL di JLS
Artikel Berikutnya Lurah Ali Wahdi Minta Petugas Linmas Kondusifkan Pelaksanaan Pemilu 2024
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Soroti Polemik Status Hukum Suket Penyetaraan Ijazah, DPP Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden

HPN Bukan Milik Satu Organisasi, Pemecatan Firdaus Jadi Alarm Kesetaraan Pers

Disperindag Cilegon Wajibkan Pedagang Pasar Pakai QRIS, Blok F Jadi Uji Coba

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan Ekonomi

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

Kota Cilegon

Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi

Kota Cilegon

BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya

Kota Serang

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

Kota Serang

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com