HARITA.ID – Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten meminta kepada Pemprov Banten untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi menghadapi tantangan perekonomian masyarakat perlu ditingkatkan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Gunawan dalam sambutan pembuka mengungkapkan tantangan 2023 semakin berat, perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan perekonomian ke depan.
Dikatakan, dalam menghadapi tantangan perekonomian global, Pemprov Banten memiliki komitmen daerah yang semakin tinggi, kinerja ekspor Provinsi Banten semakin kuat, serta implementasi dan inovasi Pemda dalam penggunaan QRIS.
Untuk menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, Gunawan merekomendasikan optimalisasi belanja daerah untuk percepatan ekonomi; pengendalian inflasi; dukungan percepatan pemulihan ekonomi, pengembangan ekonomi syariah, inklusi keuangan; serta, mendorong ekonomi prioritas dan ekonomi digital.
Menurutnya, di sisi produksi atau lapangan kerja, industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Banten serta menopang kinerja ekspor. Pemprov Banten juga perlu mewaspadai kondisi global yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor. Sementara di sisi belanja, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Pengendalian inflasi menjadi langkah penting
“Ke depan, kami optimis perekonomian Provinsi Banten masih akan tetap tumbuh. Struktur perekonomian Provinsi Banten masih ditopang oleh industri manufaktur, sangat terpengaruh oleh pergerakan pasar ekspor itu yang perlu kita jaga. Upaya Pemprov Banten dalam mendukung perkembangann kawasan selatan, pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang juga akan menopang masuknya investasi,” ungkap Gunawan. (Zar/Red)










