HARITA.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ratu Ria Maryana mengatakan, reses dilakukan oleh seluruh anggota DPRD Kota Serang mulai tanggal 18 sampai 25 November 2022.
“Dari hasil reses yang kami lakukan banyak masyarakat yang menyorori masalah infrastruktur, sanitasi dan drainase yang menyebabkan banjir,” katanya, Rabu 30 November 2022.
Selain itu, terkait dengan persoalan pengangguran juga banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat Kota Serang.
“Iya kalau emak-emak banyak yang bicara soal pengangguran. Katanya anaknya sudah pada lulus sekolah tapi belum dapat pekerjaan,” katanya.
Selain itu, persoalan pengangguran juga banyak yang dikeluhkan masyarakat.
“Iya kalau emak-emak banyak yang bicara soal pengangguran. Katanya anaknya sudah pada lulus sekolah tapi belum dapat pekerjaan,” ujarnya.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan bantuan sosial dan pengembangan UMKM. Apalagi imbas dari adanya Covid-19 yang terjadi.
“Soal bantuan sosial dan UMKM juga banyak diutarakan,” kata Ketua DPD Golkar Kota Serang itu.
Ria mengatakan, bahwa hasil reses yang dilaporkan ke Pemkot Serang harus menjadi pedoman penyusunan program pembangunan.
Hal ini agar aspirasi yang disampaikan masyarakat langsung dieksekusi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Harapan kami apa yang telah kami serap dari masyarakat dan telah diserahkan kepada Pemkot Serang, menjadi acuan dalam melaksanakan pembangunan,” katanya.
Khususnya soal infrastruktur yang sempat terhenti karena adanya Covid-19 dan penyediaan lapangan kerja agar ekonomi masyarakat bertumbuh.
Pihak DPRD Kota Serang telah menyerahkan hasil reses 2022 kepada Pemkot Serang melalui paripurna sidang pembukaan Masa Sidang II Tahun Sidang 2022/2023 Senin 28 November 2022.
Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ratu Ria Maryana yang dihadiri langsung Wali Kota Serang Syafrudin dan Wakil Wali Kota Subadri Ushuludin. (Zar/Red)











