HARITA.ID — Suasana hangat penuh semangat gotong royong terlihat saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128 yang dipimpin Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono meninjau lokasi pembangunan fisik program TMMD Kodim 0623/Cilegon di Lingkungan Langon, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Selasa (12/5/2026).
Kedatangan rombongan Tim Wasev bukan sekadar melakukan monitoring administrasi dan progres pekerjaan. Di tengah teriknya cuaca, para pejabat TNI hingga Wali Kota Cilegon justru turun langsung membaur bersama warga, ikut mengecat genteng mushola yang tengah direhabilitasi melalui program TMMD.
Momen itu menjadi perhatian warga. Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono tampak memegang kuas dan membantu pengecatan genteng yang nantinya dipasang sebagai atap mushola. Di sampingnya, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori dan Wali Kota Cilegon Robinsar ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut.
“Boleh kita bantu nih lakukan pengecatan terhadap genteng yang akan dipasang sebagai atap. Rangkanya memakai baja ringan, bagus. Ini cat memakai waterproof ya, supaya air tidak meresap,” ujar Brigjen Donny sambil meninjau pembangunan mushola.
Tak hanya memuji kualitas pembangunan, Brigjen Donny juga mengaku kagum dengan kekompakan masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan rehab rumah ibadah tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong warga menjadi energi utama percepatan pembangunan TMMD di wilayah itu.
“Bagus juga antusias warga dalam semangat gotong royong membangun mushola. Banyak yang kerja sehingga cepat selesai. Ini progresnya sudah sekitar 85 persen,” katanya.
Di tengah aktivitas pengecatan itu, muncul momen yang mengundang perhatian warga. Wali Kota Cilegon Robinsar dengan spontan menyampaikan kalimat yang mencerminkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
“Siap Jenderal, saya juga ikut melakukan pengecatan untuk warga saya. Mudah-mudahan cepat selesai pembangunan mushola ini dan bisa digunakan,” tutur Robinsar.
Ucapan singkat tersebut langsung disambut senyum warga yang berada di lokasi. Bagi masyarakat, kehadiran para pejabat yang turun langsung membantu pekerjaan sederhana seperti mengecat genteng menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya soal program di atas kertas, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan.
Program rehab mushola sendiri menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon. Selain pembangunan jalan, sumur bor, dan rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu), keberadaan fasilitas ibadah dinilai penting untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.
Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori menegaskan, pembangunan tempat ibadah memang menjadi perhatian utama dalam program TMMD karena manfaatnya langsung dirasakan warga dalam jangka panjang.
“Tempat ibadah merupakan salah satu skala prioritas utama dalam kegiatan TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon,” ujarnya.
Ia berharap setelah proses renovasi selesai, mushola tersebut dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sekitar dan dijaga bersama.
“Semoga bermanfaat, agar awet dan selalu rapi, mohon juga dijaga kebersihannya,” pungkasnya.
(Adv*)








