Harita.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • tips&trik
  • krisdayanti
  • berita kecanduan gadget
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan
Kota Cilegon

Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan

admin
Diterbitkan: 1 September 2026
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Pemerintah Kota Cilegon mulai menggeser cara pandang dalam menangani kemiskinan. Bantuan sosial dinilai penting, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya jalan. Pemerintah justru didorong memperkuat pemberdayaan agar masyarakat miskin bisa keluar dari ketergantungan dan memiliki masa depan yang lebih mandiri.

Pesan itu mengemuka dalam Forum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Cilegon Tahun 2026 yang digelar Senin (31/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha dan industri, Baznas, perguruan tinggi, tokoh masyarakat hingga pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Wali Kota Cilegon sekaligus Ketua TKPKD, Fajar Hadi Prabowo, meminta forum tersebut tidak berhenti sebagai agenda koordinasi dan rutinitas administratif. Ia ingin TKPKD menjadi ruang kerja bersama yang benar-benar menghasilkan langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan.

“Hari ini saya ingin menyatukan visi bagaimana kita sama-sama menjadikan forum ini menjadi working hub,” kata Fajar.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta
Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi
BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya
76,69 Hektare Permukiman Kumuh Masih Tersisa di Cilegon, Akses Damkar Jadi Kendala

Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha, akademisi, masyarakat, pemuda dan berbagai elemen lainnya agar intervensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Fajar juga menyoroti pentingnya melibatkan mahasiswa dan generasi muda. Mereka dinilai dapat menjadi mata dan telinga pemerintah untuk membaca persoalan masyarakat secara lebih dekat.

“Anggaplah mereka sebagai radar, sebagai mapping kita awal terhadap apa terjadi realita di lapangan saat ini,” ujarnya.

Baca Juga

Tak Ingin Ada Lagi Krisis Air, Pemkot Cilegon Kejar Tuntas Jaringan Pipa Merak
Pemkot Cilegon Mulai Tindak Parkir Liar, PKL hingga Balap Liar Pekan Depan
Disdukcapil Cilegon Jemput Bola, 141 Personel Polres Aktifkan IKD
Cilegon Dapat 91 Armada Sampah, LPS Sapu Bersih Dibentuk di 2 Kecamatan

Ia kemudian mengingatkan perangkat daerah, camat hingga lurah agar tidak terjebak pada pola penanganan kemiskinan yang hanya berorientasi pada pemberian bantuan.

Bagi Fajar, bantuan tetap dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Namun, tujuan akhirnya harus membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Jangan pernah menganggap masyarakat adalah objek bantuan. Tugas kita adalah melakukan empowerment dan sustainability. Antara bantuan dan pemberdayaan, yang harus diupayakan adalah pemberdayaan,” tegasnya.

Fajar berharap forum TKPKD menjadi ruang evaluasi yang dilakukan secara rutin. Kolaborasi lintas sektor juga harus diperkuat agar setiap program penanggulangan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sementara itu, Kepala BAPPERIDA Kota Cilegon sekaligus Sekretaris TKPKD, Achmad Jubaedi, mengatakan forum tersebut dirancang bukan sekadar untuk memenuhi agenda administratif. Menurutnya, forum menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam menangani kemiskinan.

“Kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai agenda seremonial administratif, melainkan juga sebagai wadah konsolidasi langkah kita bersama,” kata Jubaedi.

Baca Juga

Bukan Cuma Warga Ciwandan, Pasien dari Anyer-Mancak Ikut Berobat ke Sini
Cegah Kekerasan, PATBM Jadi Ujung Tombak Perlindungan Perempuan dan Anak di Cilegon
Banyak Kecelakaan, Dishub Cilegon Siapkan Garis Kejut di 5 Titik JLS
Waspada! Puskesmas Ciwandan Ungkap 10 Penyakit yang Banyak Menyerang Warga

Ia memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kota Cilegon pada 2025 berada di angka 3,44 persen, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 3,75 persen.

Angka tersebut menempatkan Cilegon sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Banten.

Meski capaian tersebut menunjukkan tren positif, Jubaedi mengingatkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak cepat berpuas diri.

Sebab, di balik angka statistik tersebut masih terdapat warga yang membutuhkan intervensi pemerintah secara lebih menyeluruh.

“Ini adalah capaian positif, namun forum ini digagas dengan kesadaran bahwa kita tidak boleh lekas berpuas diri karena masih ada warga yang tergolong miskin yang menanti intervensi komprehensif dari kita,” ujarnya.

Forum TKPKD 2026 pun diarahkan bukan hanya untuk mempertahankan tren penurunan angka kemiskinan, tetapi memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh akar persoalan.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada berapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa banyak masyarakat yang akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup dan keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah
Artikel Berikutnya Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Wagub Banten Achmad Dimyati Hadiri Resepsi Putri Ketum SMSI, Doakan Pengantin Jadi Keluarga Sakinah

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Dari Konsolidasi ke Kolaborasi, HIPKA Banten Dorong Pengusaha Berdaya Saing

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Citangkil Cilegon Masuk Zona Merah Narkoba, 88 ASN Jalani Tes Urine

Kota Cilegon

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang

Kota Cilegon

Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine

Kota Cilegon

Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi

Kota Cilegon

Cilegon Dapat 91 Sarana Pengangkut Sampah, Ada 59 Cator hingga Compactor

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com