HARITA.ID — Pemerintah Kota Cilegon mendapat bantuan sarana pengumpul sampah melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP).
Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan Sosialisasi Tingkat Kota dan Penyerahan Sarana Pengumpul Sampah di Aston Hotel Cilegon, Selasa (6/10/2026).
Total bantuan yang diterima Pemkot Cilegon terdiri atas 59 unit cator, 28 unit losbak, 3 unit colt diesel, dan 1 unit compactor. Sarana tersebut diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah, terutama sejak dari sumber atau hulu.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap program ISWMP. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penting di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah membantu menyukseskan agenda hari ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi Kota Cilegon dan Insyaallah akan kami optimalkan untuk pengelolaan sampah,” kata Robinsar.
Robinsar menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di tempat pemrosesan akhir. Penanganan harus dimulai sejak sampah dihasilkan.
Karena itu, Pemkot Cilegon mendorong perubahan pola pikir masyarakat melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle atau 3R.
“Jangan selalu berpikir bahwa sampah hanya harus diselesaikan di hilir. Yang utama adalah bagaimana kita mengubah paradigma, mulai dari sumbernya, melalui upaya reduce, reuse, dan recycle,” ujarnya.
Menurut Robinsar, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, perangkat daerah hingga komunitas lingkungan.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kita harus berkolaborasi dan terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar mereka sadar dan aktif berperan dalam pengelolaan sampah,” tuturnya.
Ia memastikan sarana yang diterima akan dioptimalkan untuk memperkuat pelayanan persampahan dari hulu hingga hilir. Pengawasan juga akan dilakukan agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan bantuan ini, kami optimistis dan yakin Pemerintah Kota Cilegon dapat mengelola sampah dengan sebaik-baiknya. Sarana yang diterima akan kami optimalkan dan diawasi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Banten, Luciana Angelin Narua, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber timbulan, mulai dari rumah tangga, permukiman, pasar, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran hingga berbagai aktivitas lainnya.
“Pengelolaan sampah yang terintegrasi harus dimulai dari sumber timbulan sampahnya. Keberhasilan sistem pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat,” ujar Luciana.
Ia menyebut pemilahan sampah dari sumber menjadi salah satu kunci. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, langkah tersebut dapat meningkatkan potensi pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
“Perubahan perilaku masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.
Luciana menambahkan, sarana yang diserahkan melalui program ISWMP bukan sekadar aset fisik. Sarana tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang mendukung proses pengumpulan secara tertib dan berkelanjutan.
Ia berharap seluruh kendaraan dan peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal, dioperasikan secara berkelanjutan, serta dirawat dengan baik oleh Pemkot Cilegon dan pihak terkait.
“Dukungan sarana ini hendaknya menjadi awal dari peningkatan kualitas layanan persampahan, penguatan pengurangan sampah di sumber, serta pengurangan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir,” ujarnya.
Luciana juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Cilegon memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah.
“Pengurangan sampah bukan semata-mata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Melalui program ISWMP, Pemkot Cilegon diharapkan dapat meningkatkan pelayanan persampahan sekaligus mendorong masyarakat mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dengan dukungan sarana tersebut, pengelolaan sampah di Kota Cilegon diarahkan tidak hanya berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga pada pengurangan sampah sejak dari hulu.
(Red*)











