HARITA.ID – Dipenghujung tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dari Provinsi Sulawesi Selatan belajar pengelolaan sampah dengan mengunjungi Kota Cilegon.
Pasalnya, di wilayahnya belum ada daerah yang mampu mengelola sampah menjadi bahan bakar terbarukan.
“Kalau berdasarkan hitungan data itu kurang lebih sampai 120 ton sampah per hari. Berbahaya untuk kita kedepannya, jadi tugas kita sebagai pemerintah supaya bagaimana bisa menjaga alam dan juga persoalan sampah ini bisa diselesaikan khususnya di pemerintahan kami,” kata Bupati Pangkep Muhammad Yusran, Senin 26 Desember 2022.
Lebih jauh masih kata Yusran, hasil dari kunjungannya ke Kota Cilegon akan diimplementasikan di daerahnya.
“Kami dari Pemda ingin melihat dari awal jalannya ini barang, hingga sampai saat seperti ini dan juga kami mengharapkan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Cilegon ini kami dapat diimplementasi di daerah kami, karena memang di Sulawesi Selatan sendiri ini belum ada sama sekali untuk pengelolaan sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menuturkan, dengan datangnya kunjungan beberapa kepala daerah menjadi motivasi di Kota Cilegon untuk memanfaatkan sampah.
“Kita prediksi 2025 sampah itu di kota Cilegon itu sudah dikatakan sudah boleh dikatakan sangat minim, karena kita bisa menampung sampah-sampah dari kabupaten kota lain yang ada di Provinsi Banten,” tuturnya. (Zar/Red)










