HARITA.ID – Sebanyak 9 ratus lebih anak di Kota Cilegon mengalami stunting, demikian terungkap dalam acara Desiminasi Stunting yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon di aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon, Senin 27 November 2023.
“Harus dibaca hasilnya nanti itu yang 944 penyebabnya pola asuh keluarga atau ekonomi. Karena ga mampu atau pola asuh yang kurang bagus,” ucap Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta usai acara tersebut.
Namun demikian, Sanuji mengaku belum bisa menyampaikan penyebab masih banyaknya angka stunting di Cilegon. Oleh karena itu, Sanuji meminta kepada DP3AP2KB Kota Cilegon agar mencari tau penyebab masih tingginya angka stunting di Cilegon.
“Dari situ akan direkomendasi oleh DP3A2KB dengan banyak stakeholder dan Dinas lain. Kalau pola asuh kita gerakan pembimbing keluarga untuk mengatur pola asuh,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma mengaku akan terus melakukan upaya menurunkan angka stunting di Cilegon. Adapun penyebab masih banyaknya anak stunting di Cilegon, Lia menyebut akibat pola asuh yang kurang baik sehingga masih banyak anak stunting di Cilegon.
“Kasus di masyarakat yang tadi sudah dilaporkan kebanyakan di pola asuh dan yang memang harus mendampingi kepada masyarakat dan orang tua untuk bagaimana merubah pola asuh dan bagaimana mereka dalam pola pikir yang penting terhadap pola asuh itu sendiri,” ucap Lia.
Oleh karena itu, Lia mengaku bersama dengan Dinas kesehatan, Psikolog akan terus melakukan intervensi kepada para orang tua asuh agar melakukan pola asuh yang baik. Sehingga kedepan angka stunting di Cilegon menurun.
“Itu yang akan terus kita coba dan akan kita lakukan agar angka stunting di Cilegon tahun depan menurun,” katanya. (Zar/Red)










