HARITA.ID — Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon, turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pelajar. Mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP menjadi sasaran program penjaringan kesehatan anak sekolah.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini sehingga dapat segera ditangani sebelum berdampak pada aktivitas belajar dan tumbuh kembang anak.
Kepala Puskesmas Ciwandan, Arief Dharma Hartana, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Petugas tidak hanya mengecek kondisi fisik, tetapi juga melakukan pemeriksaan mata, gigi hingga jantung.
“Kami lakukan penyuluhan kesehatan di sekolah, skrining kesehatan dari ujung rambut hingga kaki, mata, gigi, jantung,” kata Arief yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Cilegon.
Menurut Arief, program tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan gangguan kesehatan yang terkadang tidak disadari oleh siswa maupun orang tua.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah siswa ditemukan mengalami gangguan penglihatan, termasuk buta warna. Ada pula siswa yang mengalami gangguan pada indera penglihatan dan pendengaran.
“Beberapa hasil pemeriksaan untuk beberapa anak ada yang buta warna, ada yang penyakit indra. Ada beberapa anak kok nilainya makin turun, ternyata anak ini ada gangguan penglihatan jauh,” ujarnya.
Gangguan pendengaran juga ditemukan pada sejumlah siswa. Salah satunya berkaitan dengan kondisi kotoran telinga yang mengeras sehingga mengganggu fungsi pendengaran.
“Untuk siswa yang ditemukan ada gangguan kesehatan kami tangani di sekolah atau kita rujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Tak hanya memeriksa kondisi kesehatan, petugas Puskesmas Ciwandan juga memantau tumbuh kembang anak. Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan hingga pengukuran indeks massa tubuh (IMT).
Dari pemeriksaan tersebut, petugas dapat melihat apakah terdapat indikasi masalah gizi maupun gangguan pertumbuhan pada anak.
“Jadi nanti terlihat anak tersebut stunting atau tidak. Kalau kurang gizi misalnya, kami akan tindak lanjuti lebih lanjut,” paparnya.
Arief mengatakan pemeriksaan kesehatan di sekolah penting dilakukan karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan. Dengan skrining rutin, berbagai gangguan kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih cepat.
Sejumlah sekolah di Kecamatan Ciwandan telah menjadi sasaran program tersebut. Di antaranya MTs dan MA Al-Itmam, MTs dan MA Tegal Buntu, MTs Al-I’Anah serta sejumlah sekolah lainnya.
Program cek kesehatan gratis tersebut akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Puskesmas Ciwandan mendekatkan layanan kesehatan sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak terpantau sejak dini.
(Red*)











