HARITA.ID — Edukasi kesehatan tak melulu harus dilakukan di ruang pemeriksaan. Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon, punya cara lain untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat, yakni melalui podcast Ngobrol Pagi Seputar Kesehatan Online atau ‘Ngopi Sehat Online’.
Program tersebut menjadi salah satu cara Puskesmas Ciwandan memberikan edukasi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat di Kecamatan Ciwandan.
Selain memberikan pelayanan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu), serta melakukan pemantauan kesehatan hingga ke Posyandu, Puskesmas Ciwandan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau masyarakat yang belum sempat datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Kepala Puskesmas Ciwandan, Arief Dharma Hartana, mengatakan Ngopi Sehat Online digelar secara rutin setiap Jumat pukul 10.00 WIB.
“Kami biasanya melakukan setiap Jumat pukul 10.00 WIB. Kita membahas satu topik tentang kesehatan sambil live di TikTok, Instagram atau Facebook,” kata Arief.
Arief yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cilegon itu mengatakan tema yang dibahas cukup beragam. Mulai dari persoalan kesehatan yang sudah direncanakan hingga isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Salah satunya ketika terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Puskesmas Ciwandan memanfaatkan program tersebut untuk memberikan informasi mengenai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
“Saat erupsi Gunung Anak Krakatau, kami membahas dampak abu vulkanik bagi kesehatan. Melalui program itu juga kami jalankan instruksi Dinkes Kota Cilegon agar warga tidak panik dan mengantisipasi dampak dengan menggunakan masker saat bepergian,” ungkapnya.
Tak hanya isu bencana, persoalan kesehatan yang kerap meningkat saat musim tertentu juga menjadi bahan edukasi.
Menjelang musim hujan, misalnya, Puskesmas Ciwandan membahas ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus mengajak masyarakat melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Untuk saat ini DBD di Ciwandan masih stabil, tapi kami mengedukasi masyarakat untuk bersiap sebelum musim hujan datang,” ujarnya.
Menurut Arief, Ngopi Sehat Online bukan sekadar menyampaikan informasi satu arah. Masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, komentar maupun usulan topik kesehatan yang ingin dibahas.
“Komentar masyarakat saat podcast juga jadi masukan buat kami. Tujuan Ngopi Sehat Online ini untuk memfasilitasi masyarakat yang belum datang ke puskesmas,” katanya.
Ia menilai pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi pelayanan kesehatan yang relevan di tengah perkembangan teknologi digital. Masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan tanpa harus selalu datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Jadi ini bagian dari pelayanan Puskesmas Ciwandan. Kita ingin informasi kesehatan bisa sampai ke masyarakat dengan cara yang mudah dan sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Sejumlah topik kesehatan telah dibahas melalui Ngopi Sehat Online. Selain dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan DBD, Puskesmas Ciwandan juga mengangkat isu donor darah untuk membantu menekan angka kematian ibu, anemia hingga kesehatan gigi.
Dengan konsep edukasi yang dikemas melalui podcast dan disiarkan secara langsung di media sosial, Puskesmas Ciwandan berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi kesehatan sekaligus memiliki ruang untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga kesehatan.
(Red*)











