HARITA.ID — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 0623/Cilegon kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Tak sekadar pembangunan fisik biasa, program unggulan berupa pembangunan 10 titik sumur bor di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon kini resmi rampung 100 persen.
Penyelesaian proyek strategis tersebut diumumkan saat pelaksanaan TMMD memasuki hari ke-23 pada Kamis, 14 Mei 2026. Kehadiran fasilitas air bersih itu menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama bertahun-tahun menghantui warga, terutama saat musim kemarau tiba.
Selama ini, sejumlah wilayah di Pulomerak dan sebagian kawasan Ciwandan dikenal rawan mengalami kesulitan air bersih. Kondisi itu memaksa sebagian warga bergantung pada pasokan air terbatas hingga harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kini, situasi tersebut perlahan mulai berubah.
Sebanyak 10 unit sumur bor yang dibangun Satgas TMMD tersebar di titik-titik strategis permukiman warga. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperkuat akses air bersih langsung ke lingkungan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, sanitasi, hingga aktivitas harian warga.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa TMMD bukan hanya agenda seremonial pembangunan desa, melainkan bentuk nyata intervensi sosial TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa penyediaan sumber air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
“Alhamdulillah, tepat pada Kamis 14 Mei 2026, pengerjaan sumur bor di 10 titik krusial telah selesai 100 persen. Ini merupakan wujud nyata Program Unggulan Bapak Kasad dalam membantu masyarakat mengatasi kesulitan air bersih,” ujar Imam Buchori.
Menurutnya, keberadaan sumur bor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan lingkungan dan sanitasi keluarga.
“Sekarang masyarakat Mekarsari dan wilayah sekitar dapat menikmati akses air bersih yang lebih layak dan memadai,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dansatgas juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam proses pembangunan hingga selesai tepat waktu.
Kolaborasi antara aparat dan warga dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Di lapangan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal pengerjaan, mengingat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak yang selama ini belum sepenuhnya teratasi.
Rampungnya pembangunan sumur bor ini pun diproyeksikan membawa dampak sosial dan ekonomi yang cukup besar. Selain mengurangi beban pengeluaran warga untuk membeli air, keberadaan fasilitas tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan produktivitas lingkungan.
TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon sendiri terus difokuskan pada pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur, sanitasi, hingga penguatan kesejahteraan desa.
(ADV*)








