Harita.id
Minggu, 1 November 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • tips&trik
  • krisdayanti
  • berita kecanduan gadget
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog
Kota Cilegon

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

admin
Diterbitkan: 16 September 2026
Bagikan
6 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID — Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung menemui massa mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu (16/9/2026). Didampingi Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Robinsar berdialog dengan mahasiswa sekaligus menerima sejumlah kritik terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sejumlah persoalan anggaran menjadi sorotan mahasiswa. Di antaranya berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD), besarnya porsi belanja pegawai, anggaran pendidikan, hingga alokasi belanja infrastruktur.

Robinsar mengatakan pemerintah daerah menyambut baik penyampaian aspirasi mahasiswa. Menurutnya, kritik dan masukan publik merupakan bagian dari kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Ini kami sangat menyambut baik. Kami senang dan serius. Ketika ada sesuatu yang disuarakan, berarti demi kebaikan. Ini mengingatkan kami agar terus memastikan langkah kami sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Robinsar.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Karena itu, Pemkot Cilegon memilih membuka ruang dialog agar aspirasi yang disampaikan dapat dibahas secara langsung.

Baca Juga

Ribuan Santri Meriahkan Senam Santri HSN 2026, GP Ansor Cilegon Perkuat Kebersamaan
Wawali Cilegon Tantang Kader HMI, Jangan Jago Diskusi Saja
Dorong Ekonomi Warga Ciwandan, Pelindo Gelar Pelatihan Ternak Bebek
Modal Tanpa Bunga, Dana Bergulir Cilegon Kucurkan Rp 1,2 Miliar ke 705 UMKM

“Ini bentuk pengingat dari rekan-rekan mahasiswa. Kami menerima aspirasinya dan berdiskusi pagi hari ini. Alhamdulillah sudah sama-sama saling memberikan pencerahan,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah perubahan postur APBD menyusul berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Robinsar mengatakan kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dalam mengelola anggaran. Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah dituntut semakin selektif menentukan program yang menjadi prioritas.

Baca Juga

Peluang Kerja ke Jepang Terbuka, 96 Warga Cilegon Dibekali Bahasa Jepang
763 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Cilegon Juare
Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta
Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi

“Tuntutannya perihal postur anggaran hari ini, dengan berkurangnya TKD. Otomatis harapan rekan-rekan adalah agar lebih fokus lagi terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Robinsar memastikan aspirasi mahasiswa akan menjadi bahan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami sudah sepakat dengan rekan-rekan bahwa apa yang menjadi aspirasi, insyaallah akan kami jalankan dan akan kami pastikan itu berjalan,” tegasnya.

Mahasiswa juga menyoroti besarnya porsi belanja pegawai dalam struktur APBD Kota Cilegon. Robinsar menjelaskan, persentase belanja pegawai tidak dapat dilepaskan dari kondisi pendapatan daerah secara keseluruhan.

Menurutnya, berkurangnya TKD membuat kapasitas pendapatan daerah ikut berubah. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi komposisi dan persentase belanja dalam APBD.

“Semakin besar APBD-nya, dengan total yang hari ini semakin kecil pendapatannya, belanja sebenarnya juga ikut terlihat porsinya besar. Berhubung TKD-nya dipotong, pengalinya makin kecil, akhirnya kelihatannya porsinya besar,” tuturnya.

Baca Juga

BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya
76,69 Hektare Permukiman Kumuh Masih Tersisa di Cilegon, Akses Damkar Jadi Kendala
Tak Ingin Ada Lagi Krisis Air, Pemkot Cilegon Kejar Tuntas Jaringan Pipa Merak
Pemkot Cilegon Mulai Tindak Parkir Liar, PKL hingga Balap Liar Pekan Depan

Robinsar mengatakan perubahan kondisi fiskal tersebut harus diikuti dengan penyesuaian struktur belanja. Langkah tersebut, kata dia, telah dibahas bersama Sekda dan jajaran terkait.

“Dengan TKD yang berkurang, otomatis kita harus menyesuaikan juga. Itu sudah menjadi pola dan langkah kami bersama Pak Sekda dan tim,” ujarnya.

Terkait belanja pendidikan, Robinsar menegaskan penganggaran sektor tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengatakan keberpihakan terhadap pendidikan tidak hanya dilihat dari besarnya nominal anggaran, tetapi juga dari pemanfaatannya.

“Bukan hanya anggarannya besar atau sesuai aturan, tetapi anggaran itu betul-betul langsung terhadap kebutuhan pendidikan,” katanya.

Ia mencontohkan penggunaan anggaran pendidikan untuk kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan proses belajar mengajar, seperti pembangunan infrastruktur sekolah, pengadaan mebel hingga peningkatan honor guru.

“Kalau anggaran besar tapi banyak seremonial, buat apa juga? Bagaimana anggaran itu betul-betul langsung terhadap pembangunan infrastruktur, pengadaan mebel, kenaikan honor guru,” jelasnya.

Robinsar juga menjelaskan perubahan nominal belanja pegawai dari tahun ke tahun bersifat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi antara lain oleh penambahan ASN maupun pegawai yang memasuki masa pensiun.

Namun, ia menegaskan tidak ada kenaikan besaran penghasilan per orang.

“Kalau naik turun kan fluktuatif, tergantung ada penambahan ASN atau ada yang pensiun. Tapi kalau besaran angka pendapatan per orang, tidak ada kenaikan,” tegasnya.

Dari sisi mahasiswa, perwakilan Pengurus HMI Cabang Cilegon Ahmad Zhilu Burhanudin mengatakan pihaknya membawa sejumlah catatan mengenai struktur APBD Kota Cilegon. Salah satunya terkait alokasi belanja infrastruktur.

Ahmad mengatakan pihaknya telah melakukan kajian terhadap proporsi belanja infrastruktur dan menilai pos tersebut masih perlu mendapat perhatian.

“Pada Pasal 147, belanja infrastruktur juga ditetapkan seminimal mungkin 40 persen. Akan tetapi, anggaran belanja infrastruktur dari APBD Kota Cilegon juga belum menyentuh angka 40 persen, bahkan 35 persen pun belum,” kata Ahmad.

Menurut dia, belanja infrastruktur perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Selain infrastruktur, HMI juga mendorong Pemkot Cilegon mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Optimalisasi itu antara lain melalui penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pajak, retribusi, serta sumber pendapatan lainnya.

“Kami mendorong Pemerintah Kota Cilegon bisa mengoptimalkan BUMD, kemudian pendapatan dari pos-pos yang ada di Kota Cilegon, mulai dari pajak dan retribusi dan lainnya. Kinerja pemerintah daerah, khususnya eksekutif, perlu terus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ahmad mengatakan dialog dengan Wali Kota Cilegon belum otomatis mengakhiri rangkaian aksi mahasiswa. Pihaknya akan kembali mengkaji hasil pertemuan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami sudah melakukan kajian dan kemudian memiliki jawaban. Kami akan mengkaji kembali dan mungkin ke depannya akan melaksanakan aksi kembali,” katanya.

Ia mengatakan kajian lanjutan diperlukan agar tuntutan mahasiswa dapat diterjemahkan dalam pembahasan dan pelaksanaan APBD Kota Cilegon 2027.

“Kami perlu kajian yang rasional yang betul-betul bisa membawa tuntutan-tuntutan ini menjadi realisasi yang terbaik untuk anggaran APBD tahun depan, tahun 2027,” pungkasnya.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Rizki Dorong Anggaran Cilegon Lebih Tepat Sasaran, PAD Jadi Perhatian
Artikel Berikutnya 60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Dukung Klinik KDMP Layani BPJS, GEMA MA Ingatkan Syarat FKTP dan Peran Apoteker : Perluas Akses, Jangan Turunkan Mutu

Disperindag Cilegon Wajibkan Pedagang Pasar Pakai QRIS, Blok F Jadi Uji Coba

Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Najib Hamas Ajak Pemuda Serang Siapkan Masa Depan

Potensi Maritim Banten Menjanjikan, PRAMARIN Dorong Kolaborasi dan Investasi

Tanjung Priok Padat, PRAMARIN Dorong Banten Ambil Peluang Bisnis Kontainer

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Disdukcapil Cilegon Jemput Bola, 141 Personel Polres Aktifkan IKD

Kota Cilegon

Cilegon Dapat 91 Armada Sampah, LPS Sapu Bersih Dibentuk di 2 Kecamatan

Kota Cilegon

Bukan Cuma Warga Ciwandan, Pasien dari Anyer-Mancak Ikut Berobat ke Sini

Kota Cilegon

Cegah Kekerasan, PATBM Jadi Ujung Tombak Perlindungan Perempuan dan Anak di Cilegon

Kota Cilegon

Banyak Kecelakaan, Dishub Cilegon Siapkan Garis Kejut di 5 Titik JLS

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com