Harita.id
Sabtu, 5 September 2026
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Bisnis
  • Daerah
  • Kota Cilegon
  • Kota Serang
  • Lebak
  • Pandeglang
  • Tangerang Raya
  • Featured
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • DPRD Provinsi Banten
  • Wawancara
Search
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Rosa Meldianti: Dulu Saya Buto Ijo, Sekarang Berubah Menjadi Cinderella
Nasional

Rosa Meldianti: Dulu Saya Buto Ijo, Sekarang Berubah Menjadi Cinderella

admin
Diterbitkan: 4 November 2019
Bagikan
2 Menit Baca
ISTIMEWA
- Advertisement -
Ad image

Harita.id – Rosa Meldianti mengaku sudah kebal dengan caci maki warganet. Yang terbaru, saat tampil di Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City Jakarta akhir bulan lalu, Rosa Meldianti lagi-lagi dicaci warganet.

Ini bermula saat Rosa Meldianti melenggang di catwalk mengenakan gaun rancangan Barli Asmara. Ada yang menyebut Rosa Meldianti boncel dan mirip baju berkabung.

Keponakan Dewi Perssik ini pun ngamuk. “Buat yang gak ngerti, gak usah sok-sokan ngerti. Ngomong baju yang Meldi pakai baju berkabung,” cetus Rosa Meldianti via Instagram Stories.

Karena bukan kali pertama dikritik warganet, Rosa Meldianti mengaku tak seemosi dulu. Rosa Meldianti menjelaskan soal caci maki yang diterimanya.

Ibarat Api

Baca Juga

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda

 “Warganet mengkritik pasti ada penyulutnya. Ibarat api pasti ada yang mulai (menyalakan). Saya enggak menyalahkan siapa pun karena tahu warganet melakukan itu berdasarkan katanya katanya,” Rosa Meldianti mengatakan.

Buto Ijo

Rosa Meldianti mengingat, dulu ia pernah dikatai warganet buto ijo. Ada pula yang menyebut pedangdut kelahiran Jember, 16 Mei 1996 ini ular. 

Baca Juga

Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

“Saya dibilang buto ijo dan ular. Ada saat di mana emosi saya tersulut. Saat sedang makan bersama keluarga kemudian ada yang memotret tanpa izin, langsung saya rampas ponselnya karena mengganggu privasi gitu kan. Kalau dikatai ya sudah masa bodo dan saya mencoba berpikir positif,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Makin Terkenal

Rosa Meldianti menambahkan, “Dalam arti begini, dengan adanya haters, banyak yang kepo sama kehidupan saya. Makin banyak yang ingin tahu Meldi, semakin terkenal dan semakin banyak pekerjaan saya.”

Di pengujung percakapan, Rosa Meldianti menegaskan tidak tersinggung digelari buto ijo dan ular oleh warganet.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jadi Cinderella

“Saya tidak marah, kok. Ya memang saya buto ijo dulunya, sekarang saya sudah berubah menjadi Cinderella,” ia menukas. Ketika gelar-gelar negatif menghampiri, Rosa Meldianti terus berpikir positif.

Baca Juga

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh
Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

“Semua itu tergantung cara berpikir kita. Kalau kita melihat hal negatif dari sudut pandang negatif hasilnya akan negatif. Hal negatif sebesar apa pun kalau kita mau mencari sisi positifnya, pasti akan ada hasilnya,” pungkas Rosa Meldianti. (vha/red)

Sumber: Liputan6.com

- Advertisement -
Ad image
DITANDAI:berita gosip artis terbarubuto ijocinderellaInfo terkinirosa meldianti
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Dewi Perssik Selalu Baper dan Menangis Tiap Jalani Adegan Ini
Artikel Berikutnya 4 Tips Jaga Kebersihan Lensa Kontak Anda
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Pasar Baru Kranggot Bakal Digandengkan dengan Swasta, Pemkot Cilegon Kejar Penataan dan Pengelolaan Lebih Profesional

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik

Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan

Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah

Dewan Pendidikan Cilegon Luncurkan Dompet Pendidikan, Syaiful: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Nasional

Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat

Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

Nasional

FGD SMSI di Bali Bedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: PFII Dinilai Strategis Penuhi Kebutuhan Triliunan Rupiah

Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, ADI Dorong Reformasi Profesi Dosen sebagai Pilar Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com