HARITA.ID — Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah dan pengorbanan. Di Provinsi Banten, momen keagamaan tersebut juga menjadi ruang strategis untuk mempererat solidaritas antarinsan pers lintas organisasi.
Suasana kebersamaan itu terlihat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar di lingkungan Jurnalis Boarding School, Lingkungan Kerotek, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (28/5/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan dihadiri wartawan dari berbagai kabupaten dan kota di Banten.
Tak sekadar seremoni tahunan, kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antarlembaga pers di tengah dinamika industri media yang terus bergerak cepat. Para jurnalis tampak membaur tanpa sekat organisasi, menikmati suasana silaturahmi sambil bergotong royong dalam prosesi penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Direktur Jurnalis Boarding School, Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten yang secara konsisten digelar setiap tahun.
“Alhamdulillah, tahun ini kegiatan kurban terasa lebih semarak karena dihadiri teman-teman dari berbagai daerah di Banten. Ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus konsolidasi masyarakat pers,” ujar Firdaus saat ditemui di sela kegiatan.
Firdaus yang juga menjabat Ketua Umum SMSI Pusat menyebut, Jurnalis Boarding School dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan karena dinilai representatif sebagai ruang berkumpul dan membangun komunikasi antarsesama jurnalis.
Menurutnya, semangat Idul Adha seharusnya tidak berhenti pada ritual keagamaan semata, melainkan menjadi energi kolektif untuk membangun kekompakan dan solidaritas di kalangan insan pers.
“Kita ingin membangun chemistry bersama. Ketika kebersamaan itu terbangun, maka misi untuk bergerak bersama demi kemajuan organisasi pers di Banten bisa dilakukan secara serentak,” katanya.
Di tengah tantangan dunia media yang semakin kompetitif, Firdaus menilai kolaborasi antarlembaga pers menjadi kebutuhan penting. Ia menegaskan, kekuatan organisasi pers tidak hanya dibangun melalui struktur formal, tetapi juga lewat kedekatan emosional dan komunikasi yang terus dijaga.
Semangat kolaborasi tersebut, kata dia, sebenarnya sudah lama tumbuh melalui wadah Pokja Organisasi Konstituen Dewan Pers yang selama ini menjadi ruang komunikasi lintas organisasi media di Banten.
Firdaus pun memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh pers Banten yang dinilai konsisten menjaga soliditas organisasi, di antaranya Rian Nopandra dan Lesman Bangun.
“Terima kasih kepada Pak Rian Nopandra dan Pak Lesman Bangun yang terus menjaga kebersamaan insan pers di Banten. Momentum Idul Adha ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi seluruh aktivis pers,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyembelih dua ekor sapi dan sejumlah kambing kurban. Dua sapi yang menjadi perhatian peserta berasal dari Kapolda Banten dan Gubernur Banten sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial masyarakat pers di daerah.
Partisipasi berbagai pihak dinilai menjadi sinyal positif bahwa keberadaan insan pers tetap mendapat perhatian dan dukungan dari banyak elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga kalangan industri.
Firdaus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda Banten dan Bapak Gubernur Banten atas partisipasinya. Ada juga dukungan dari Polres Kabupaten Serang, Polresta Serang Kota, Indonesia Power, serta sejumlah pihak lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat melibatkan lebih banyak elemen, termasuk Pemerintah Kota Cilegon dan Polres Cilegon, sehingga semangat kebersamaan insan pers di Banten semakin kuat dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi yang ikut berpartisipasi sehingga kebersamaan masyarakat pers di Banten semakin kuat,” tutup Firdaus.
(Red*)








