Harita.id
Jumat, 4 September 2026
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Bisnis
  • Daerah
  • Kota Cilegon
  • Kota Serang
  • Lebak
  • Pandeglang
  • Tangerang Raya
  • Featured
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • DPRD Provinsi Banten
  • Wawancara
Search
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Satu Jam Bersama Menkum Ham: Anak Kolong Yang Berhasil Menjemput Mimpi
Nasional

Satu Jam Bersama Menkum Ham: Anak Kolong Yang Berhasil Menjemput Mimpi

admin
Diterbitkan: 27 Oktober 2023
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Yasonna H. Laoly, lahir di Sorkam, Tapanuli pada 27 Mei 1953, tepat 70 Tahun yang lalu. Nama ‘Yasonna Hamonangan Laoly’ mungkin terdengar sedikit asing di telinga, khususnya bagi masyarakat diluar Provinsi Sumatera Utara, sebab nama ini memadukan unsur bahasa Batak dan Nias.

Nama ‘Yasonna’ diambil dari bahasa Nias ‘YasoNasa’, artinya ‘masih ada lagi’. Harapan ayahnya agar setelah kelahiran Yasonna, masih ada lagi adik-adik Yasonna yang akan terlahir. Sedangkan ‘Hamonangan’ dalam bahasa Batak berarti ‘kemenangan’. Dan ‘Laoly’ merupakan salah satu marga dalam masyarakat Nias.

Yasonna, yang bapaknya adalah seorang polisi dan dianggap sebagai tokoh Nias di Sibolga dan Tapanuli Tengah itu, sangat sering tidur di kolong. Entah itu kolong meja, kolong bangku, dan paling sering kolong tempat tidur.

“Ini bukan disengaja, karena memang banyak tamu, banyak saudara, dan siapapun datang ke rumah kami menceritakan masalahnya, lalu juga menginap, karena banyak hal. Padahal rumah kami kecil, maklum rumah dinas asrama polisi di Sibolga,” kata Yasonna saat menjadi Pembicara Kunci pada acara Satu Jam Bersama Menkumham “Anak Kolong
Menjemput Mimpi” di Grand Auditorium UNTIRTA, Kabupaten Serang, Kamis 26 Oktober 2023.

Perjalanan karir politiknya dimulai ketika pada Pemilu 2004, ia bertarung menjadi salah seorang Calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumut I (Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi). Ia percaya diri saja meski diletakkan di nomor urut 2. Ternyata, kerja kerasnya berhasil. PDIP mendapat dua kursi didaerah pemilihan tersebut. Ia pun melenggang ke Senayan.

Baca Juga

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda

Pada Pemilu 2009, ia kembali di beri ruang dan kepercayaan untuk menjadi salah seorang Calon Anggota DPR RI dari PDIP. Ia dipindahkan ke Daerah Pemilihan Sumut II (meliputi Kepulauan Nias, Tapanuli, Asahan dan Labuhan Batu). Lagi-lagi ia beruntung. PDIP dapat dua kursi.

Pada periode kedua ini, karirnya semakin melejit. Ia dipercaya menduduki jabatan strategis, di antaranya Ketua Fraksi PDIP MPR RI, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR-RI. Ia bahkan sempat dinominasikan sebagai Ketua MPR RI pasca meninggalnya Taufik Kiemas. Ia juga beberapa kali memimpin Panitia Khusus RUU Politik. Ia benar-benar diperhitungkan sebagai politisi yang mumpuni.

Ia terkenal sebagai politisi yang handal mengemukakan pendapat. Bicaranya lantang tapi runtut. Memikat orang yang mendengar. Namun tidak asal bicara. Kedalaman ilmu serta kekayaan wawasan membuat setiap pendapat dan pandangannya terasa tajam dan berbobot.

Baca Juga

Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Karir politik Yasonna semakin melesat ketika Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Pengalaman bertahun-tahun sebagai seorang akademisi di bidang hukum sekaligus pengacara serta pengalaman menjadi Anggota Komisi III DPR MPR RI (2005-2009) menjadikannya mudah beradaptasidi posisinya saat ini.

“Saya diizinkan Tuhan untuk mendapat pengalaman menjadi anak sederhana, yang menempuh pendidikan tinggi hingga strata tiga, menjadi aktivis mahasiswa di bangku kuliah, kemudian ditugaskan menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Nommensen, menjadi politisi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), dan terakhir menjadi birokrat sebagai Menteri,” kata Yasonna Laoly.

Diakui Yasonna Laoly dirinya sudah terbiasa dengan tantangan, juga hidup susah dan sederhana sejak kecil.

“Maka dari itu saat diminta Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Hukum dan HAM, saya dengan rendah hati menerimanya, ini tantangan dan saya harus berbuat untuk negeri ini,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Yasonna menyebut, tugas itu sebagai perintah Tuhan yang suci, agar dirinya terus berusaha memanfaatkan potensi diri yang diberikan Tuhan untuk kebaikan, memberi manfaat pada masyarakat.

“Jika kita bawa nama Tuhan dalam setiap langkah dan pekerjaan kita, maka kita akan selalu berpikir tentang kebaikan, menghindari keburukan, dan yang terpenting kita akan merasa selalu dilindungi dan ditolong Tuhan,” sambungnya.

Baca Juga

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh
Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Di akhir sambutannya, Yasonna mengajak semua yang hadir dalam kegiatan ini, untuk tetap bersemangat,jangan mudah lelah dalam memperbaiki diri dan lingkungan kita.

“Jika kita memiliki keinginan kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu untuk mewujudkannya,” pungkasnya.

Selain menghadirkan Menkumham,kegiatan ini juga mendatangkan tiga pembicara lain, yaitu Lestantya R. Baskoro selaku Tim Penulis, Kolega Menkumham Airin Rachmi Diany, dan Dekan Fakultas Hukum UNTIRTA Agus Prihartono. (Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kejati Lantik Eselon II Di Wilayah Hukum Provinsi Banten, Kajati Didik: Wujudkan Penegakan Hukum Adil Dan Berintegritas
Artikel Berikutnya Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Pemerintah Hadir Memfasilitasi Ruang Untuk Generasi Muda
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Pasar Baru Kranggot Bakal Digandengkan dengan Swasta, Pemkot Cilegon Kejar Penataan dan Pengelolaan Lebih Profesional

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik

Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan

Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah

Dewan Pendidikan Cilegon Luncurkan Dompet Pendidikan, Syaiful: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Nasional

Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat

Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

Nasional

FGD SMSI di Bali Bedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: PFII Dinilai Strategis Penuhi Kebutuhan Triliunan Rupiah

Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, ADI Dorong Reformasi Profesi Dosen sebagai Pilar Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com