Harita.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Harus Jalani 4 Tahap Operasi, Dede Sunandar: Dulu Cleaning Service Berat Sekarang Artis Alhamdulillah
Nasional

Harus Jalani 4 Tahap Operasi, Dede Sunandar: Dulu Cleaning Service Berat Sekarang Artis Alhamdulillah

admin
Diterbitkan: 15 Agustus 2019
Bagikan
3 Menit Baca
istimewa
- Advertisement -
Ad image

Harita.id – Suara pelawak Dede Sunandar bergetar saat menceritakan kondisi putra bungsunya, Ladzan Syafiq Sunandar, yang mengidap williams syndrome.

Ia mengatakan, karena kondisi itu sang putra harus menjalani empat tahap operasi. Hal itu diungkap Dede dalam video berjudul “Ternyata Raffi Pernah Kasih Cincin Berlian ke Dede| OKAY BOS (06/08/19) Part 3” yang diunggah di kanal YouTube Trans7 Official pada Selasa (6/8/2019).

 “Jadi kayak bener jantung, tapi dari si jantung, paru-paru, sampai lambung itu ada masalah, jadi harus dioperasi mau enggak mau. Operasinya itu ada 4 tahapan. Umur 1-3 tahun, 7 tahun, 13 tahun, dan 23 tahun,” tutur Dede.

Dede mengatakan, saat ini Ladzan telah berusia 1 tahun lebih 4 bulan. Artinya, Ladzan harus segera menjalani operasi tahap pertamanya.

“Agustus mau dioperasi. Soalnya Dede kan juga pakai asuransi BPJS itu kan 70 persen, saya 30 persen,” sebut Dede.

Baca Juga

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin
Peresmian PW Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat Dihadiri Wakil Gubernur
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif

Menurut Dede, selama ini ia dan keluarga sudah berupaya sekuat tenaga demi kesembuhan Ladzan.

Dede menambahkan, pengobatan untuk Ladzan memerlukan biaya yang cukup besar. Saat ini, lanjutnya, biaya menjadi salah satu kendala pengobatan Ladzan.

“Giginya sampai keropos gitu. Kalau misalnya Dede kerjaan lagi enggak ada kan. Maksudnya susu itu harus beli susu jantung kan. Satu botol itu harganya sekitar Rp 300.000 sampai Rp 400.000 cuma dipakai sehari atau dua hari,” paparnya.

Baca Juga

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda

Meski demikian Dede berjanji akan terus berusaha dan bekerja keras agar mampu membayar seluruh biaya pengobatan sang putra.

“Kalau emang Dede mampu, sampai kapan pun, sampai enggak ada, sampai Dede jual semua organ tubuh Dede buat anak demi kesembuhan, Dede engggak masalah,” tandasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Williams Syndrome adalah penyakit langka karena adanya kelainan genetik.

Dede menceritakan, anaknya pertama kali diketahui memiliki Williams Syndrome saat berusia 3 bulan.

“Ketahuannya dari 3 bulan, sekarang (usia anak) 1 tahun 4 bulan,” kata Dede kepada wartawan Kamis (15/8/2019).

Penyakit itu menyebabkan anak Dede mengalami masalah pada jantung hingga lambungnya. Kini, anak kedua Dede itu rutin berobat jalan di rumah sakit.

Baca Juga

Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Namun, menurut Dede, anaknya tak terlihat seperti sedang sakit.

Dede mengungkapkan, anak dengan sindrom Williams biasanya memiliki bentuk wajah yang berbeda, seperti di bagian mata, rahang, hingga rambut.

“Anak saya enggak kelihatan teralalu sakit. Bedanya di gigi dan pertumbuhannya doang,” ujar Dede.

Dede dan istri juga bergabung dengan komunitas orangtua yang memiliki anak dengan sindrom Williams.

Dede pun pernah ditawari membawa anaknya berobat ke Amerika. Namun, ia tetap mengusahakan sang anak dirawat di Indonesia.

Dede Sunandar tak mau putus asa, ia menerima pemberian Tuhan kepada anaknya. Ia dan sang istri akan terus berusaha agar anaknya bisa tetap tumbuh dengan baik meskipun mengidap williams syndrome.

“Dibilang cobaan berat ya kita harus jalani, terima. Dulu kita cleaning service berat juga mungkin, sekarang jadi artis alhamdulillah,” ucapnya. (vha/red).

Sumber: Kompas.com

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Polemik KPI Wacanakan Awasi Netflix dan YouTube hingga Muncul Petisi Penolakan
Artikel Berikutnya Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Menstabilkan Mental
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Nasional

Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Nasional

Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh

Nasional

Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com