HARITA.ID – Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian di Kota Cilegon. Di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berjalan, Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung ke sejumlah titik untuk membagikan masker kepada warga, Minggu (6/9/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, Robinsar tak hanya membagikan masker. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Menurut Robinsar, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik yang berada di sekitar lingkungan masyarakat.
“Karena memang adanya abu vulkanik yang mungkin ada di sekitar wilayah kita, lingkungan kita, maka alangkah baiknya dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan, saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Cilegon apabila beraktivitas di luar ruangan untuk bisa menggunakan masker,” kata Robinsar.
Imbauan juga secara khusus ditujukan kepada pengendara sepeda motor. Selain masker, masyarakat diminta menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari debu maupun abu vulkanik yang berterbangan.
“Masker dipakai. Dan apabila berkendara, juga dipakai kacamatanya, apalagi kalau naik motor, supaya matanya tidak kelilipan dari debu-debu yang berterbangan,” ujarnya.
Kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat menjadi sinyal bahwa dampak erupsi Anak Krakatau perlu disikapi serius, tetapi bukan dengan kepanikan. Pemerintah mengajak warga tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi dari instansi terkait.
Robinsar juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu vulkanik semakin terasa. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Semoga senantiasa Allah berikan kesehatan, kekuatan untuk kita semua,” tutupnya.
Pemerintah Kota Cilegon terus memantau perkembangan kondisi di wilayahnya. Di tengah ancaman abu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas warga, pesan pemerintah cukup jelas: tidak perlu panik, tetapi jangan pula menganggap remeh.
Sebab, menghadapi bencana tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Terkadang, perlindungan paling sederhana memakai masker, melindungi mata dan membatasi aktivitas di luar ruangan justru menjadi langkah pertama untuk menjaga keselamatan masyarakat.
(Red*)










