Harita.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Panen Perdana, Bupati Serang Jadikan Pabuaran Sentra Cabe Merah
Daerah

Panen Perdana, Bupati Serang Jadikan Pabuaran Sentra Cabe Merah

admin
Diterbitkan: 6 Maret 2023
Bagikan
6 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadikan Kecamatan Pabuaran sebagai sentra produksi cabe merah untuk memenuhi kebutuhan lokal. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memaksimalkan lahan tidur untuk ditanami cabe merah.

”Lahan tidur disini ini kan tadah hujan, perkebunan atau ladang nah ini supaya menghasilkan yang punya nilai. Menurut saya, ini menjadi pilihan Desa Tanjungsari ini menjadi desa sentra produksi cabe merah,” ujar Tatu di sela panen perdana cabe merah di Kampung Kadu boboko, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Jum’at 3 Maret 2023.

Tatu mengaku bersyukur bisa memanen perdana cabe merah bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suhardjo, Penyuluh Pertanian Arif, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Adang Rahmat, camat, kepala desa dan masyarakat setempat.

”Alhamdulillah para petani dengan penyuluh sedang mencoba ini panen perdana budi daya cabe seluas kurang lebih 20 hektare se Kecamatan Pabuaran,” katanya.

Berdasarkan hasil panen perdana cabe merah saat ini kurang lebih menghasilkan sebanyak 3,5 ton untuk per hektarnya dan ini masih harus kita tingkatkan. Pihaknya menargetkan di maksimalkan sebanyak 5 sampai 6 ton per hektare yang menugaskan Kepala DKPP Kabupaten Serang dan penyuluh untuk membawa tim ahli di bidang pertanian.

Baca Juga

Satpol PP Cilegon Perluas Penertiban, Usaha hingga Taman Kota Diawasi
RSUD Cilegon Tak Cuma Andalkan Skill Medis, Cara Komunikasi Nakes Ikut Diasah
Bagi Anak Pemegang KIA Kabupaten Serang, Bisa Nikmati Wahana Gratis di Anyer Wonderland
Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting

”Tim ahli untuk pertanian karena ini ada persoalan hama kemudian juga untuk meningkatkan jumlah produktivitas per hektarnya, tonasenya ini mencapai maksimal,” ucapnya.

Tatu menyebutkan untuk panen perdana ini masyarakat para petani jika di hitung dengan total biaya yang dikeluarkan ini tidak rugi, akan tetapi profit mereka atau keuntungannya masih kecil dengan harga kondisi sekarang yang dipasarkan harga biasa bukan harga tinggi dan juga tidak harga rendah.

”Untuk biaya kurang lebih Rp60 sampai Rp62 juta berikut sewa tanah perhektare nya, ini akan di dorong oleh pemda para petani disini. Dengan hasil seperti ini,kita akan tingkatkan supaya ada lahan-lahan yang lain di buka untuk budi daya cabe,” ungkapnya.

Baca Juga

JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn
54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target
Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan
Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Terkait sudahkah memenuhi kebutuhan lokal untuk produksi cabe merah, Tatu memastikan belum.

”Kalau di lihat masih belum, karena ini baru masuk ke Pasar Rau Serang saja ini sudah tertampung semuanya, kalau kita produksi besar kan bisa masuk ke Pasar Jakarta. Alhamdulillah perdana ini hasilnya tidak rugi berarti ketemu dengan varietas ababil namanya. Tadi kita lihat panen cukup besar cabe nya,” tuturnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan untuk panen perdana dari lahan tidur yang dimanfaatkan untuk bertanam cabe merah lantaran, melihat kebutuhan cabe merah selama ini masih tergantung dari daerah lain baik dari Jawa Tengah (Jateng) bahkan luar pulau jawa masuk ke Pasar Rau Serang.

”Nah ini kita baru memproses sedikit, untuk desa ini kita baru perhektare sekitar 3,5 ton, nanti kalau sudah di maksimalkan perhektare itu kurang lebih 12 ribu batang kalau perbatangnya ada setengah kilo kita beri 12 ton perhektare,” ujarnya.

Suhardjo memastikan akan terus mengembangkan produksi cabe merah dengan mempelajari kekurangannya apa saja. Karenanya untuk panen perdana ini masih ada hama-hama jamur pada setiap batangnya, maka pihaknya akan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar hasil produksinya meningkat lagi.

”Minimal kebutuhan daerah kita sendiri bisa terpenuhi dari hasil kita sendiri sentra cabe di Desa Tanjungsari, Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran dan Desa Pondok Kahuru, Kecamatan Padarincang itu mulai produksi cabe,”katanya.

Baca Juga

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal
Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon
Pelajar Apresiasi Workshop dan Pelatihan Jurnalistik SMSI Kota Cilegon
SMSI Cilegon Adakan Workshop dan Pelatihan, Cetak Jurnalis Siber Masa Depan

Untuk produksi cabe merah di Kecamatan Pabuaran seluas 20 hektare terbagi untuk Desa Tanjungsari 10 hektare dan Desa Kadubeureum 10 hektare. Untuk produksinya pertahun, kata Suhardjo, dari satu hektare sebanyak 3,5 ton kalau 20 hektare berarti 60 ton permusim, ini bisa 2 musim pertahunnya kalau dua kali sekitar 250 ton.

“Sebenarnya kebutuhan cabe di kita itu hampir 300 ton perbulannya apalagi menjelang hari raya idul fitri, ramadhan itu akan lebih banyak lagi karena orang masak butuh cabe. Saat ini menjelang lebaran kita coba kalkulasikan supaya pada saat menjelang lebaran kita bisa panen untuk memenuhi kebutuhan warga kita,” ucapnya.

Suhardjo menyebutkan, jika untuk kebutuhan cabe merah di Kabupaten Serang kurang lebih dalam setahun sekitar 80 sampai 100 ton belum bisa terpenuhi dari hasil produksi yang dihasilkan.

”Nanti kita manfaatkan lahan-lahan tidur kita manfaatkan untuk menanam cabe,” katanya.

Terkait kendala, Suhardjo memaparkan yang pertama masyarakat belum terlatih. Masyarakat bisa senang melihat menanam cabe jika sudah berhasil, mereka akan menanam maka perlu di atur untuk penanaman dan panennya sehingga harga tetap stabil.

”Karena modal yang dibutuhkan Rp60 sampai 62 juta per hektarnya itu dengan sewa lahan pertahun, pertahun kurang lebih Rp5 juta untuk sewa lahannya maka kita atur tanam dna panennya,” paparnya.

Suhardjo menambahkan, bahwa selama ini pihaknya juga mengupayakan untuk bantuan bibit, pupuk, obat-obatan.

”Ini juga salah satu program dari Kementerian Pertanian dengan bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan, untuk tenaganya masyarakat sini,” tuturnya. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Cintai Olahraga Bulu Tangkis, Camat Cilegon Dorong Partisipasi Masyarakat
Artikel Berikutnya Realisasi PBB-P2 Meningkat 22 Persen, Syafrudin Tegaskan Camat dan Lurah Optimalakan Realisasi PBB-P2
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Peringati Haornas 2026, SIWO PWI Cilegon Beri Penghargaan kepada Walikota Robinsar dan 4 ASN Penggerak Olahraga

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

Peresmian PW Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat Dihadiri Wakil Gubernur

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Monev DPPK Cabang Juara, Balai Warga Periuk Disiapkan Jadi Ruang Publik Warga

Kota Cilegon

Monev Program DPPK, Pemkot Cilegon Pastikan Pembangunan Balai Warga Berjalan Baik

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Minta Proyek Wankai Dihentikan Sementara

Kota Cilegon

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

Kota Cilegon

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com