HARITA.ID – Walikota Cilegon Helldy Agustian akan berencana membentuk kota ini sebagai “Kota Pacul”. Hal tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Lurah Banjarnegara, Nanung Eko.
Menurut Nanung, wilayahnya memiliki potensi besar dalam industri pandai besi, yang dapat diintegrasikan dengan gagasan menjadikan pacul sebagai ikon kota.
Nanung Eko, Lurah Banjarnegara, menyatakan kesiapannya untuk mendukung rencana Walikota Cilegon.
“Kami memiliki banyak pengrajin pandai besi di wilayah ini. Dengan memanfaatkan keahlian mereka, kita bisa mengembangkan industri pacul sebagai identitas khas Cilegon,” ujar Nanung.
Dalam wawancaranya, Nanung menjelaskan bahwa pengrajin di wilayahnya telah memiliki keterampilan yang luar biasa dalam pembuatan alat-alat besi, termasuk pacul.
“Mereka adalah aset berharga bagi komunitas kami, dan kita dapat membangun kota ini dengan menggali potensi tersebut,” tambahnya.
Rencana menjadikan pacul sebagai ikon Cilegon tidak hanya menjadi semangat baru, tetapi juga program dan agenda besar dalam visi pembangunan tahun 2024 – 2025. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan identitas unik kota dan meningkatkan keberlanjutan ekonomi.
Lurah Banjarnegara juga mengumumkan rencananya untuk segera mendirikan Central UMKM yang akan fokus pada produksi alat besi, termasuk pacul.
“Kami akan membuat pusat UMKM di wilayah ini, dengan fokus pada pembuatan golok asli dan temu giring. Hal ini sebagai langkah konkrit dalam mewujudkan visi Walikota Cilegon,” tegas Nanung.
Rencana ini mencerminkan sinergi antara pemerintah kota dan tingkat kelurahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sambil menciptakan identitas yang kuat untuk Cilegon sebagai “Kota Pacul.” (Zar/Red)











