Harita.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pemprov Banten Ajak Masyarakat Budidayakan Talas Beneng
Daerah

Pemprov Banten Ajak Masyarakat Budidayakan Talas Beneng

admin
Diterbitkan: 30 Mei 2023
Bagikan
3 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajak masyarakat untuk membudidayakan Talas Beneng. Dari daun hingga umbi tanaman ini memiliki nilai ekonomis.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, saat ini luas lahan tanaman Talas Beneng di Provinsi Banten sudah mencapai 263 hektar yang tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Pandeglang 197 hektar, Kabupaten Serang 19 hektar dan Kabupaten Lebak 47 hektar.

“Talas Beneng ini bisa dikembangkan di seluruh wilayah di Provinsi Banten, baik perkotaan maupun pedesaan. Perawatannya juga terbilang mudah, cukup diberi pupuk serta penyiraman secara rutin. Tidak memerlukan perawatan khusus, ” kata Agus, Senin 29 Mei 2023.

Agus melanjutkan, usia panen umbi-umbian asal Banten ini mencapai 10 bulan. Namun karena komoditi ini termasuk zero waste, sehingga daun dan batangnya juga bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi yang cukup tinggi.

“Daunnya bisa dimanfaatkan ketika usia tanaman mencapai 4-9 bulan,” ujarnya.

Baca Juga

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang
Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine
Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi
Cilegon Dapat 91 Sarana Pengangkut Sampah, Ada 59 Cator hingga Compactor

Diungkapkan Agus, secara keseluruhan baik umbinya, batang maupun daunnya, ada 17 produk turunan atau hilirisasi yang bisa dioptimalkan. Seperti umbinya baik kering (Geplek) maupun basah. Daunnya juga baik kering maupun basah.

“Untuk kebutuhan di Bogor saja, dalam seminggu itu membutuhkan sekitar 7 ton umbi kering atau gaplek dari kita. Peluangnya sampai sekarang masih cukup tinggi, karena suplai kita masih belum mencapai itu,” ucapnya.

Daerah lainnya yang peluang permintaan umbi basah cukup tinggi itu seperti Bekasi sebanyak 8 ton per bulan, Sukabumi 7 ton per bulan dan Semarang 10 ton perhari.

Baca Juga

Sering Jadi Titik Kecelakaan, U-Turn JLS Cilegon Akhirnya Ditutup
Cek Kesehatan Gratis ke Sekolah, Puskesmas Ciwandan Temukan Siswa Buta Warna
Ngopi Sambil Bahas Kesehatan, Cara Puskesmas Ciwandan Edukasi Warga
Wali Kota Cilegon: Jualan Sekarang Tak Perlu Toko, Cukup Punya HP

Sedangkan batangnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri tekstil setelah memasuki masa panen. Kemudian daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan alternatif tembakau dengan kandungan nikotinnya sampai nol persen.

“Ada tujuh negara dengan permintaan ekspor yang cukup tinggi, seperti Australia, Belanda, Malaysia, India, Turkey, New Zealand dan Korea Selatan (Korsel),” ucapnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Australia, lanjut Agus, dalam sebulan permintaan ekspornya mencapai 200 ton daun kering Talas Beneng, Malaysia 40 ton per bulan, dan New Zealand 100 ton per bulan.

Lalu untuk permintaan umbi basahnya, Belanda membutuhkan 70 ton per bulan dan Korsel 100 ton per bulan. Untuk permintaan gaplek dari India dan Turkiye masing-masing sebanyak 50 ton per bulan.

“Daun talas beneng basah harga pasarannya Rp1.500/kg, daun keringnya Rp20.000/kg dan umbi basah Rp1.500 s.d 2.500/kg serta umbi kering Rp7.000/kg,” ucapnya.

Untuk ketersediaannya sendiri, daun Talas Beneng basah baru mencapai 100 ton per bulan, daun kering 18 ton per bulan dari peluang pasar 322 ton per bulan. Lalu umbi basah 200-500 ton per bulan serta umbi kering 5 ton per bulan dari kebutuhan 25 ton.

Baca Juga

Wali Kota Cilegon Beri Kejutan HUT TNI di Tengah Nobar Timnas
2027, Pegawai Pemkot Cilegon Tak Bisa Lagi ‘Titip Absen’
Dari Desa hingga OPD, Ini Para Peraih Penghargaan HUT ke-26 Banten
HUT ke-26 Banten, Andra Soni Ungkap Deretan Pembangunan yang Berdampak ke Warga

“Pak Pj Gubernur Banten Al Muktabar sudah mencontohkan bagaimana kawasan di Rumah Dinas (Rumdin) banyak ditanami Talas Beneng, kita juga tentunya harus mengikuti juga,” pungkasnya. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Isi Kekosongan, Bupati Serang Lantik Pejabat Eselon 3, 4 dan Fungsional
Artikel Berikutnya Pj Gubernur Al Muktabar Dampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas Monitoring Seleksi UM-PTKIN
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Tandon Sukmajaya Cilegon Dikebut, Ditarget Rampung Desember 2026

Satpol PP Cilegon Perluas Penertiban, Usaha hingga Taman Kota Diawasi

RSUD Cilegon Tak Cuma Andalkan Skill Medis, Cara Komunikasi Nakes Ikut Diasah

Bagi Anak Pemegang KIA Kabupaten Serang, Bisa Nikmati Wahana Gratis di Anyer Wonderland

Peringati Haornas 2026, SIWO PWI Cilegon Beri Penghargaan kepada Walikota Robinsar dan 4 ASN Penggerak Olahraga

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting

Kota Cilegon

JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn

Kota Cilegon

54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target

Kota Cilegon

Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan

Kota Serang

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com